Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer





KHUTBAH JUMAT: RAMADHAN TAHUN INI, AKAN MENJADI APAKAH BAGI KITA?

Berikut Naskah Khutbah Jum'at 20 Februari 2026 - Versi B.Indo & B.Jawa

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ سَيِّدَ الشُّهُوْرِ، وَأَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِيْ لَا تُحْصَى، وَأَشْكُرُهُ عَلَى فَضْلِهِ الَّذِيْ لَا يُقْضَى

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْعَلَّامُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْمَقَامِ الْمَحْمُوْدِ وَاللِّوَاءِ الْمَعْقُوْدِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ كَانُوْا يَتَسَابَقُوْنَ فِي الْخَيْرَاتِ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ الْمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jama’ah Jumat rahimakumullah

Waktu terus bergulir tanpa pernah menoleh ke belakang. Ia melesat laksana anak panah yang lepas dari busurnya, tak mungkin kembali, tak mungkin diulang. Tanpa terasa, kaki kita kini telah berpijak di ambang pintu sebuah bulan yang agung, bulan yang senantiasa dirindukan oleh para arif billah, bulan yang getaran spiritualnya sanggup meruntuhkan keangkuhan gunung-gunung dosa dalam dada kita. Itulah bulan Ramadhan.

Namun, mari kita sejenak bertanya pada nurani yang paling dalam: “Ramadhan tahun ini, akan menjadi apakah ia bagi kita?” Apakah ia hanya akan menjadi rutinitas kalender yang datang dan pergi tanpa bekas? Ataukah ia akan menjadi sebuah revolusi ruhani yang membasuh seluruh kotoran hati?

Bayangkanlah, betapa banyak saudara-saudara kita, sahabat karib kita, yang pada Ramadhan tahun lalu masih bersujud di samping kita, masih berbuka puasa bersama kita, namun hari ini mereka telah berkalang tanah. Mereka merintih di alam barzakh, berandai-andai andai diberi kesempatan satu jam saja untuk kembali ke dunia demi satu tasbih di bulan Ramadhan. Maka, kehadiran kita di ambang Ramadhan tahun ini bukanlah sekadar kebetulan, melainkan "undangan khusus" dari Allah SWT. Ini adalah bukti bahwa Allah masih menginginkan kita pulang ke pelukan rahmat-Nya sebelum ajal menjemput.

Tujuan utama dari ibadah puasa bukanlah sekadar menahan lapar dan dahaga. Jika hanya itu, maka seekor binatang pun sanggup melakukannya. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadirin, kata *“La’allakum tattaqun”* di ujung ayat tersebut adalah sebuah "output" atau hasil. Taqwa bukan sekadar kata-kata di lisan khatib, melainkan sebuah kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi kita (*Muraqabatullah*). Di bulan Ramadhan, kita dilatih untuk jujur. Di saat kita sendirian di kamar yang sejuk, ada air dingin di depan mata, tidak ada satu pun manusia yang melihat, namun kita tidak meminumnya. Mengapa? Karena kita merasa Allah melihat.

Lantas, pertanyaannya: Jika untuk urusan air yang halal saja kita bisa menahan diri karena Allah, mengapa di luar bulan Ramadhan kita begitu berani mengambil yang haram? Mengapa kita begitu berani memakan harta anak yatim, melakukan korupsi, atau menyakiti sesama, padahal Allah tetap melihat kita di luar bulan Ramadhan sebagaimana Dia melihat kita di bulan Ramadhan? Ramadhan tahun ini harus menjadi momentum transisi dari "puasa perut" menuju "puasa hati" dan "puasa perilaku".

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Ramadhan dan Al-Qur’an adalah dua sejoli yang tidak dapat dipisahkan. Allah memilih Ramadhan sebagai waktu turunnya wahyu terakhir kepada manusia. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”

Rasulullah SAW bersabda mengenai syafaat keduanya:

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ، قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: ‘Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat padanya.’ Dan Al-Qur’an berkata: ‘Aku telah menahannya dari tidur di malam hari (karena membacaku), maka izinkanlah aku memberi syafaat padanya.’ Maka keduanya pun memberi syafaat.” (HR. Ahmad).

Ramadhan tahun ini jangan hanya dijadikan ajang perlombaan khatam Al-Qur’an secara kuantitas, namun miskin kualitas. Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dilantunkan dengan suara merdu, melainkan untuk *Tadabbur* (direnungkan).

Berapa banyak dari kita yang sudah berpuluh-puluh tahun hidup, namun belum pernah sekalipun menangis saat membaca terjemahan ayat-ayat azab? Berapa banyak dari kita yang belum pernah bergetar hatinya saat membaca janji-janji surga? Ramadhan tahun ini adalah kesempatan kita untuk "berdialog" dengan Allah melalui kalam-Nya. Jadikanlah setiap huruf yang kita baca sebagai cahaya yang menerangi kegelapan hati kita yang selama ini tertutup oleh debu-debu duniawi.

KHUTBAH KEDUA 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اَللّٰهُمَّ بَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ بُلُوْغَ قَبُوْلٍ وَغُفْرَانٍ، لَا بُلُوْغَ حِرْمَانٍ وَخُسْرَانٍ

اَللّٰهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا مِنَ المُسْلِمِيْن وَالمُسْلِمَات الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَات رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Ya Allah, Jadikanlah Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kami. Berikanlah kami kekuatan lahir dan batin untuk menjalankan puasa, menghidupkan malam-malamnya dengan tarawih dan tahajud, serta membasahi lisan kami dengan dzikir dan Al-Qur’an.

Ya Allah, ya Rahman ya Rahim...Terimalah amal ibadah kami. Janganlah Engkau jadikan puasa kami hanya sekadar lapar dan haus saja. Sucikanlah hati kami dari sifat nifaq dan riya’. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang bertaqwa, yang keluar dari bulan Ramadhan nanti bagaikan bayi yang baru lahir dari rahim ibundanya, bersih tanpa noda.

عبادَ الله؛

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ ثُمَّ أَقِمِ الصَّلَاة


KLIK LINK DIBAWAH INI UNTUK FILE PDF/CETAKNYA

DOWNLOAD VERSI B. INDO

DOWNLOAD VERSI B. JAWA

Posting Komentar untuk "KHUTBAH JUMAT: RAMADHAN TAHUN INI, AKAN MENJADI APAKAH BAGI KITA?"