Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer





KHUTBAH JUMAT: MALAM NUZULUL QUR’AN

Berikut Naskah Khutbah Jum'at 6 Februari 2026 - Versi B.Indo

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى أَنْ جَعَلَنَا مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِ الْأَنَامِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْعَلَّامُ، الَّذِي جَعَلَ الْقُرْآنَ نُوْرًا يُسْتَضَاءُ بِهِ فِي ظُلُمَاتِ الْأَيَّامِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْخُلُقِ الْعَظِيْمِ، الَّذِي كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، نُوْرِ الْأَنْوَارِ، وَسِرِّ الْأَسْرَارِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَطْهَارِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّ التَّقْوَى هِيَ مِلَاكُ الْأَمْرِ، وَهِيَ الزَّادُ لِيَوْمِ الْحَشْرِ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin, Jumuah yang Dimuliakan Allah

Di siang yang penuh barakah ini, di bawah naungan atap rumah Allah yang suci, marilah kita sejenak menanggalkan jubah keduniawian kita. Mari kita lepaskan sejenak hiruk-pikuk kesibukan pasar, kantor, dan sawah kita, untuk merundukkan jiwa di hadapan Dzat Yang Maha Rahman. Puji syukur kita panjatkan karena hari ini kita masih diizinkan menghirup nafas di bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang mengubah wajah semesta selamanya: Malam Nuzulul Qur’an.

Secara filosofis, hadirin, Nuzulul Qur’an bukanlah sekadar peristiwa sejarah tentang turunnya teks dari langit ke bumi. Ia adalah peristiwa "Tanazzulul Ilahi"—turunnya kasih sayang Tuhan yang tak bertepi kepada hamba-Nya yang fakir. Bayangkanlah dunia sebelum Al-Qur'an turun. Dunia saat itu adalah sebuah ruang gelap gulita tanpa kompas moral. Manusia kehilangan arah, terjebak dalam labirin kebodohan, penyembahan berhala, dan penindasan yang sistematis.

Lalu, di tengah kegelapan gua Hira, cahaya itu membelah malam. Nuzulul Qur’an adalah saat di mana "Kalam Yang Qadim" (pembicaraan Tuhan yang abadi) menyentuh dimensi waktu dan ruang manusia. Ia adalah jembatan cahaya yang menghubungkan Arsy Allah dengan hati manusia. Tanpa Al-Qur’an, akal manusia hanyalah peraba dalam kegelapan. Tanpa Al-Qur’an, hati manusia hanyalah segumpal daging yang rindu tapi tak tahu apa yang dirindukannya. Maka, merayakan Nuzulul Qur’an berarti merayakan kembalinya martabat kemanusiaan kita sebagai makhluk yang diajak berdialog langsung oleh Sang Pencipta.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Poin pertama yang harus kita renungkan adalah bahwa Al-Qur'an turun untuk melakukan transformasi total (perubahan mendasar) pada jiwa manusia. Allah SWT berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 1:

الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

 

Artinya: "Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) ke jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji."

Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."

Hadirin, perhatikanlah kata “az-zhulumat” (kegelapan) dalam ayat tersebut. Allah menggunakan bentuk jamak (plural), sedangkan kata “an-nur” (cahaya) menggunakan bentuk tunggal (singular). Ini mengandung rahasia retorika yang dahsyat. Kegelapan itu banyak jenisnya: kegelapan syirik, kegelapan sombong, kegelapan zina, kegelapan korupsi, hingga kegelapan putus asa. Namun, cahaya kebenaran itu hanya satu, yaitu jalan Allah yang tertuang dalam Al-Qur’an.

Mengapa orang yang belajar Al-Qur’an disebut sebagai "sebaik-baik manusia"? Karena ia sedang memegang kunci cahaya tersebut. Menjadi ahli Al-Qur’an bukan sekadar lancar *makharijul huruf*-nya, melainkan sejauh mana ayat-ayat itu mampu memadamkan kegelapan di dalam hatinya. Jika kita membaca Al-Qur’an namun masih menyimpan dendam, masih gemar memfitnah, dan masih rakus pada dunia, maka sesungguhnya kita baru sekadar menyentuh kertasnya, belum menyentuh ruhnya. Nuzulul Qur'an menuntut kita untuk berhijrah dari gelapnya nafsu menuju terangnya iman.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Poin kedua, Malam Nuzulul Qur’an mengingatkan kita bahwa kitab ini bukan sekadar bacaan di dunia, melainkan pembela yang paling setia di alam barzakh dan akhirat. Allah SWT menegaskan status Al-Qur'an dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

Artinya: "Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)."

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

Artinya: "Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat (pemberi pertolongan) bagi para pembacanya."

Ma’asyiral Muslimin yang Berbahagia,

Poin ketiga, Al-Qur’an adalah mukjizat yang hidup dan berfungsi sebagai penyembuh. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 82:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

 

Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."

Terkait mukjizat ini, Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مِنَ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ أُوْمِنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوْتِيْتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللهُ إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُوْنَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Tidak ada seorang Nabi pun melainkan diberikan mukjizat yang dengannya manusia beriman. Dan sesungguhnya mukjizat yang diberikan kepadaku adalah wahyu (Al-Qur’an) yang Allah wahyukan kepadaku. Maka aku berharap menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat." (HR. Bukhari).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Poin terakhir, Nuzulul Qur’an menuntut kita untuk tidak berhenti pada membaca, tetapi naik ke derajat tadabbur dan pengamalan. Allah SWT berfirman dalam Surat Shad ayat 29:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (tadabbur) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran."

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Ahmad:

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

Artinya: "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia." Para sahabat bertanya: "Siapakah mereka, ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "Para ahli Al-Qur'an, merekalah keluarga Allah dan orang-orang istimewa-Nya."

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَإِخْوَانِهِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: "إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا".

 

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ

اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ الْعَظِيْمَ لِقُلُوْبِنَا ضِيَاءً، وَلِأَبْصَارِنَا نُوْرًا، وَلِأَسْقَامِنَا دَوَاءً، وَلِذُنُوْبِنَا مُمَحِّصًا، وَعَنِ النَّارِ مُخَلِّصًا. اَللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الْقُرْآنِ، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَامَةِ الْقُرْآنِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِشَفَاعَةِ الْقُرْآنِ

اَللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِّيْنَا، وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا، وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي يُرْضِيْكَ عَنَّا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يُحِلُّ حَلَالَهُ، وَيُحَرِّمُ حَرَامَهُ، وَيَعْمَلُ بِمُحْكَمِهِ، وَيُؤْمِنُ بِمُتَشَابِهِهِ

اَللَّهُمَّ يَا رَبَّنَا، فِي هَذِهِ السَّاعَةِ الْمُبَارَكَةِ، وَفِي هَذَا الشَّهْرِ الْعَظِيْمِ، نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ. أَقِيْمُوا الصَّلَاة

Posting Komentar untuk "KHUTBAH JUMAT: MALAM NUZULUL QUR’AN"